Get Adobe Flash player

KBA Budi Utama Jelajahi Kali Surabaya

Suasana Minggu (31/3) pagi di Rolak Outbound Kids Surabaya (Roks) cukup ramai. Sekitar pukul 07.30 WIB, murid-murid Kelompok Bermain Alam (KBA) Budi Utama berlomba untuk membuat kerajinan tangan dengan menggambar dan menggunting kertas warna-warni lalu menempelkannya di kertas karton. Kompetisi semakin seru ketika orang tua murid juga turut serta meramaikan acara.

Tak lama usai lomba selesai, pada siswa beserta orang tuanya pun langsung berkumpul. Sambil berjalan mereka menuju dermaga sungai miliki Perum Jasa Tirta I di dekat Pintu Air Gunungsari. Sekitar pukul 09.30 WIB para murid didampingi orang tua dan bunda pengajar KBA Budi Utama perlahan memasuki perahu wisata.

Mesin perahu pun menyala. Perlahan sekitar 20 orang tersebut mulai melakukan ekspedisi penjelajahan Kali Surabaya. Jika Kali Surabaya panjangnya 42 KM dari Mojokerto, Gresik, Sidoarjo, dan Surabaya. Dalam penjelajahan tersebut hanya menempuh jarak 5 KM dan Pintu Air Gunungsari Surabaya hingga Sepanjang Sidoarjo.

“Ekspedisi Kali Surabaya ini menjadi agenda rutin tahunan. Para Murid diajak mengamati kondisi sungai tak hanya lewat cerita tapi juga langsung melihat sendiri melalui penjelajahan dengan menggunakan perahu,” kata Kepala Sekolah KBA Budi Utama, M Afrizal Akbar SIKom.

Selama penjelajahan berlangsung, para siswa pun diajak mengidentifikasi kondisi sungai, seperti mengamati jenis-jenis sampah yang hanyut di permukaan air. Dengan antusias mereka menyebutkan satu persatu jenis sampah yang tampak, seperti kantong plastik, batang pohon, popok bayi. “Pak Rizal, itu ada kasur,” seru Amien, salah satu murid sembari menunjuk kasur kapuk yang tampak mengapung di atas air yang berwarna coklat keruh tersebut.

Melihat kondisi itu, para murid pun merasa risih dengan adanya banyak sampah di sungai. Lantas, mereka pun berjanji untuk tidak membuang sampah semabrangan terlebih membuangnya ke sungai.

Sembari melintasi sungai, para murid juga diberi penjelasan tentang banyaknya rumah di bantaran sungai yang sebenarnya tidak diperbolehkan. Rumah reyot bahkan dalam kondisi miring akibat abrasi atau tergerus arus sungai menjadi pemandangan yang terus diamati oleh para murid.

Bahkan, saat melintasi pabrik yang banyak berdiri di bantaran sungai juga tak luput dari pengamatan. Hal ini karena pabrik tersebut juga menyumbang pencemaran dengan membuang limbah cairnya ke kali Surabaya.

Tak hanya menjelajah saja, para murid beserta orang tua pun menebar benih ikan di Kali Surabaya. “Ikannya lepas, hore!” kata Atillah, salah satu murid. Usai menebar bibit ikan dan penjelajahan Kali Surabaya berakhir, sekitar pukul 11.30 WIB para murid dan orang tua pun langsung melanjutkan kegiatan dengan menanam bibit pohon mangga di Roks.

Sebelum ditaman, para siswa juga diajak untuk berbicara dengan pohon.  Hal ini dilakukan, agar para siswa memahami jika pohon juga makhluk hidup yang juga bisa diajak komunikasi dan juga membutuhkan makan dan minum seperti manusia agar bisa tumbuh besar.

Tak lama berselang pohon-pohon manga yang diberi nama sesuai nama murid tersebut langsung ditanam. Diawali dengan menggali tanah, para orang tua bersama anaknya bekerjasama membuat lubang. Setelah kedalaman mencapai 30 cm, tanah pun diberi pupuk lalu pohon langsung ditancapkan dan tanahpun langsung diuruk.

Usai menanam, para murid pun berjanji setiap masuk sekolah bakal memberikan minum pohon mangga setinggi 1,5 meter tersebut dengan air bersih. Dipenghujung kegiatan, para murid pun diberikan bingkisan berupa tas berisi snack. (rizal)

Program Kami